10 Manfaat Influencer Marketing And Advertising Untuk Memaksimalkan Bisnis Kita

apa itu influencer

Sebab, kika influencer memiliki topik relevan dengan brand bisnis kamu, otomatis target audiens akan sampai secara efektif. Coba bayangkan, produk yang Anda jual di foto atau dibuat video, namun dengan kualitas asal-asalan, pastilah hasilnya jadi tidak menarik, kan? Kalau Anda saja berkemungkinan tidak tertarik melihat hasil foto atau video yang asal jadi, begitu pun para audiens. Oleh karena itu, pastikan influencer yang Anda ajak bekerja sama bisa menghasilkan foto atau video berkualitas. Kalau perlu, Anda dapat menyiapkan tim khusus yang akan membantu memeriksa hasil konten para influencer terlebih dahulu sebelum mereka upload foto atau video tersebut ke akun media sosial mereka.

Orang hanya perlu mencari #ad atau #kemitraanberbayar untuk menemukan berapa banyak pengguna yang mempromosikan produk atau layanan mereka di Instagram. Dengan konsumen yang mempunyai kendali untuk memilih dengan media sosial sebagai sarananya, bentuk pemasaran tradisional mulai ditinggalkan. Kampanye ini memang tengah marak dilakukan oleh e-commerce besar, di antaranya Tokopedia dan Shopee. Kedua toko online ini mengaku dengan beriklan lewat influencer atau selebgram, pemilik akun media sosial dengan jumlah pengikut bisa mencapai jutaan orang, dinilai lebih efektif. Influencer memang bisa dilibatkan untuk membantu mempromosikan bisnis, tapi pastikan untuk memilih orang yang tepat. Berkolaborasi dengan influencer yang tepat, akan memberikan berbagai keuntungan untuk bisnis. Di antaranya, meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan engagement, dan membangun kepercayaan konsumen terhadap bisnis kamu.

Dengan kualitas video dan foto yang bagus pasti akan menarik para audiens untuk mengenal produk Anda, dan bukan hal yang mustahil audiens membeli produk Anda. Banyak orang beranggapan, influencer sudah seharusnya memiliki banyak followers di media sosial. Padahal, jumlah followers yang banyak bukan tolak ukur yang membuat seseorang bisa dikatakan layak menjadi influencer. Ada cukup banyak influencer dengan followers tak sampai berjumlah ratusan ribu, namun ternyata mampu meng-influence para audiens. Pengaruh ini disebarkan melalui platform yang mereka miliki secara online, seperti Instagram, YouTube, hingga blog. Mereka juga sangat dipercayai oleh follower mereka, sehingga produk atau jasa yang mereka gunakan bisa mempengaruhi para followers untuk mencoba dan membeli produk tersebut. Mereka yang dikategorikan sebagai micro influencer di Instagram sendiri merupakan orang yang memiliki 1. 000 sampai 100. 000 followers.

Namun apakah menggunakan jasa mereka lebih efektif dibandingkan dengan artis yang memiliki followers lebih banyak? Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh HelloSociety, micro influencer memiliki tingkat engagement 60% lebih tinggi dari seorang selebgram. Menurut marketplace di bidang jasa, Sociabuzz, influencer adalah sebutan bagi pengguna media sosial yang memiliki pengikut yang cukup banyak. Alhasil, mereka punya pengaruh yang kuat untuk mempengaruhi para pengikutnya di media sosial. Biasanya, influencer ini bekerja sebagai artis, selebgram, blogger, youtuber, dan lain sebagainya.

Kini makin banyak perusahaan menyewa jasa influencer untuk menjajakan produk mereka. Namun tidak sedikit dari para influencer ini yang bermain secara tidak jujur. Mereka membeli pengikut, like, dan komentar dalam jumlah banyak agar bisa menarik perhatian sejumlah perusahaan untuk menyewa jasa mereka. Bisa dikatakan ridotto influencer merupakan jenis influencer yang memiliki followers yg paling sedikit, yaitu telah dari 1. 000 sampai dengan 10. 000. Namun, walaupun memiliki followers yg sedikit, umumnya nano influencer dan followers-nya saling mengetahui dan saling berinteraksi melangkaui media sosial. Pastikan bahwa budget yang disiapkan dengan perusahaan sesuai dengan contrat yang ditetapkan influencer.

apa itu influencer

Jadi, influencer marketing merupakan jenis advertising di mana promosi brand dilakukan dengan bantuan orang-orang yang memiliki pengaruhdi jejaring sosial. Saat memilih influencer untuk influencer marketing bisnis, kamu harus bisa memilih dan menyesuaikan influencer yang dipilih dengan brand bisni.

Namun, perusahaan juga dapat menggunakan jasa influencer dari kalangan tertentu yang unik agar meningkatkan brand awareness. Hal tersebut dibuktikan dengan campaign Netflix Indonesia untuk mempromosikan serial “Kingdom”. Netflix Indonesia yang bekerja sama dengan Bude Sumiyati, salah satu public figure yang terkenal dengan jargon lucu dan jenaka. Strategi Netflix Indonesia untuk menggandeng Bude Sumiyati justru meningkatkan awareness masyarakat dan menarik banyak orang untuk menonton serial Kingdom melalui platform Netflix.

Nyatanya menggunakan jasa selebgram untuk melakukan sebuah promosi produk di media sosial memang berdampak bagus dalam penjualan, khususnya untuk bisnis jual-beli online. Hal ini tidaklah mengherankan, karena dewasa ini Instagram menjadi tambang emas bagi para selebgram atau yang biasa disebut influencer maupun bagi berbagai perusahaan produk dan jasa.

Ya, menjadi influencer atau Youtuber bukan hanya dengan mengupload video rekaman Anda ke Youtube, ada berbagai macam caranya. Salah satunya, Anda bisa membuat review atau menjadi seorang gamers yang sering mengupload video taktik game di Youtube. Aktivitas seperti ini pun bahkan sudah bisa menghasilkan uang yang cukup besar. Influencer, Youtubers, brand ambassador, ataupun selebgram merupakan aktivitas yang sama. Intinya mereka mempromosikan produk atau brand menggunakan akun sosial media mereka. Di luar negeri, metode ini sangat berguna buat meningkatkan awareness sebuah brand atau produk. Berbekal followers aja dan otak atik feed instagram, kamu sudah bisa menjadi seorang nano selebgram.

Menggunakan jasa influencer adalah hal yang lumrah di dunia internet marketing, lebih spesifik lagi social media marketing. Dengan banyaknya follower yang dimiliki, influencer memiliki potensi besar untuk menghadirkan lead bagi brand. Kanca Jejualan, bukanlah sebuah fakta mengejutkan kalua TV telah ditinggalkan oleh audiens berusia muda, yang semakin menggandrungi media digital. Inilah sebabnya mengapa influencer menjadi saluran untuk mencapai milenial dan Gen Z. Bila mampu menarik konsumen dari kalangan ini akan membawa dampak yang besar untuk bisnis Anda. Sebuah survey, para pemiliki akun bisnis setidaknya telah menginvestasikan ratusan juta dollar untuk melakukan influencer marketing.